19 November 2010

Debat tak selalu Hebat

Setiap pagi dan setiap hari televisi kita dipenuhi diskusi dan debat. Ada yang hangat dan ada pula yang panas. Anehnya pula semakin panas, semakin disuka. Bahkan ada stasiun TV yang menggambarkan debat sebagai suasana pertarungan ring tinju, dimana setiap sesi dibatasi dengan bunyi bel, ibaratnya pergantian ronde dalam sasana sesungguhnya. Lebih lengkap lagi, masing-masing pihak didampingi dengan suporter lengkap dengan ragam atributnya. Mereka siap bersorak saat jagonya bicara, sebagaimana mereka juga siap mencemooh saat lawan bicara jagonya sedang menyela. Sorak sorai dan cemoohan bersahutan. Dan ternyata semua senang, Penonton juga senang, buktinya rating acara tersebut langsung melangit.

Janganlah Kamu Bersedih

Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At-Taubah:40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah.
Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. Menangis dalam rangka takut dan berharap kepada Allah malah dianjurkan supaya kita bebas dari api neraka. Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri.