Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

19 November 2010

Debat tak selalu Hebat

Setiap pagi dan setiap hari televisi kita dipenuhi diskusi dan debat. Ada yang hangat dan ada pula yang panas. Anehnya pula semakin panas, semakin disuka. Bahkan ada stasiun TV yang menggambarkan debat sebagai suasana pertarungan ring tinju, dimana setiap sesi dibatasi dengan bunyi bel, ibaratnya pergantian ronde dalam sasana sesungguhnya. Lebih lengkap lagi, masing-masing pihak didampingi dengan suporter lengkap dengan ragam atributnya. Mereka siap bersorak saat jagonya bicara, sebagaimana mereka juga siap mencemooh saat lawan bicara jagonya sedang menyela. Sorak sorai dan cemoohan bersahutan. Dan ternyata semua senang, Penonton juga senang, buktinya rating acara tersebut langsung melangit.

21 Agustus 2010

Meng-install NYALI

Takut dan berani. Dua "perseteruan" dalam diri mausia yang satu sama lain saling tarik menarik. Keduanya menyinggung potensi positif dan negatif diri seseorang. Mereka yang terobsesi oleh keinginan, atau mereka yang terbuncahi kehampaan yang harus ditenangkan. Lebih dari itu, mereka yang resah dalam kegelapan rohani, bahkan  mereka yang terhinggapi kenikmatan dalam kemelut duniawi. Kesemua riak yang dimiliki oleh seseorang, sungguh tidak bisa lepas dari pemberdayaan potensi oleh masing-masing diri.
"Keberanian adalah ketakutan yang terukur, sedangkan ketakutan adalah keberanian yang tidak terukur".
Takut dan berani, keduanya kerap saling "memerangi". jadikan pengaruh yang ditimbulkannya menjadi suatu hal yang harus disadari sebagai proses menemukan jati diri. Ada ketakutan karena ketidakberdayaan membawa diri;pemalu, pengecut, pecundang, perisau atau perusak. Semuanya menjadi tidak berani ketika dalam diri masih memiliki potensi positif untuk melawan ketakutan dengan keberaniannya.
Seberapa berat beban seseorang, mengelola rasa takut akan lebih nyaman dan tertata sehingga takut tidak menjadi negatif. Karena takut pun bisa menjadi positif. Misalnya, takut mendapatkan jodoh yang bukan idaman, menjadi semangat memilih calon yang baik. Takut anak terlantar,  jadi meningkatkan ilmu dan wawasanya. Takut bisnis bangkrut jadi ingin profesional. Nah, jadi takut itu adalah sebuah bahan yang menjadikan kita meningkatkan kemampuan diri bukan menjadi tidak berarti apalagi sampai terpuruk.(Untuk lebih lengkap & jelas anda bisa baca bukunya "Meng-instal NYALI" karangan Bambang Trimansyah)

18 Juli 2010

Pilihan

Sebagai makluk hidup sudah pasti kita punya suatu pilihan secara umumnya kita punya opsi hidup sukses berlimpah harta memiliki keluarga banyak mitra bisnis tetapi untuk menuju kesana tentunya kita juga punya beberapa pilihan dan alternatif ada yang dari nol, ada yang meneruskan warisan orangtuanya, ada pula yang dengan cara instant. banyak sekali rintangan yang akan dihadapi dari konsep sampai teknis yang paling penting kita bisa melawan dan mengalahkan rasa takut, takut gagal, takut kecewa, takut bangkrut dan takut untuk melangkat orang yang sukses adalah orang yang berhasil mengalahkan rasa takut dalam dirinya, sebagai muslim tentunya tidak tidak ada jalan lain selain minta petunjuk dan perlindungan kepada Allah SWT dari segala marabahaya yang akan menggangu perjuangan kita tidak ada cara lain selain sholat, berdoa, berzikir dan berserah diri kepada Allah SWT baik dalam keadaan senang maupun duka agar kita selamat di dunia dan akhirat.....