Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: (At-Taubah:40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah.
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
19 November 2010
Janganlah Kamu Bersedih
Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: (At-Taubah:40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah. 17 November 2010
Mengkhitbah wanita yang telah dikhitbah
Syariat Islam yang Indah menjaga hubungan ukhuwah antar saudara seiman, dari mulai hal yang sederhana, hingga hal yang sensitif seperti khitbah dan lamaran. Karenanya secara umum, dilarang seorang mengkhitbah perempuan yang sudah dikhitbah oleh saudaranya. Namun kenyataan di lapangan, hal ini sering dipahami begitu sempit sehingga akhirnya banyak orang yang terpaksa menerima kenyataan untuk melangsungkan ‘ pernikahan tanpa cinta’ atau juga ‘cinta tanpa pernikahan’.
Persamaan dan Perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha
Hari raya haruslah identik dengan kegembiraan dan kebahagiaan, karena untuk itulah hari Raya di syariatkan. Dua hari raya dalam Islam yang senantiasa kita nanti-nantikan yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Keduanya disyariatkan untuk menambah kebahagiaan kaum muslimin setelah selesai menunaikan kewajiban yang mulia. Kegembiraan Idul Fitri tiba tepat pada saat kita menuntaskan ibadah puasa ramadhan selama tiga puluh hari lamanya, adapun kegembiraan Idul Adha tercipta saat kita bersyukur dengan suksesnya pelaksanaan wukuf di arofah dan ritual manasik haji secara umum.
23 Agustus 2010
Berani menentang kezaliman
Segala bentuk kezaliman memang harus dilawan di muka bumi ini. Setiap waktu selalu muncul orang-orang yang berbuat zalim.Orang zalim yang berbahaya adalah orang yang pintar dan memiliki kekuasaan, yaitu bersatunya karakter kuat dengan karakter buruk. Oleh karena itu, jika menemui seorang pemimpin cerdas yang zalim, berhati-hatilah menghadapinya.Dengan fenomena kezaliman ini, Rasulullah saw pun mengingatkan, bahwa Allah Swt lebih menyukai Muslim yang kuat daripada Muslim yang lemah. Kekuatan yang harus dipersiapkan melawan kezaliman saat ini tidak harus dengan kekuatan fisik saja, akan tetapi yang terpenting adalah kekuatan pikiran alias kecerdasan. Oleh karena itu, banyak orang-orang cerdas yang melawan kezaliman dengan tulisan, hasil temuan yang brilian,kekuatan ekonomi, maupun strategi yang jitu.
Langganan:
Postingan (Atom)

